Pages - Menu

May 29, 2013

[INSPIRED] Love & Support for You!

First time of mine. 
Terinspirasi oleh seseorang yang sampai sekarang, masih berjuang, memperjuangkan segala yang ia punya. Meski ia tak sesempurna kita, dia tetap tersenyum. 




Halo, Hujan.
Aku akhirnya mutusin untuk buat postingan blog, karena tiba-tiba ada yang mampir di benakku saat ini. Kawan lama. Kawan yang secara tak langsung telah memotivasiku. Dia selalu ada, dan kali ini dia mampir lagi.
Aku masih ingat dia, bagaimana dia kebingungan.
Bagaimana dia dengan malu-malu berusaha mengabaikan kami semua.
Bagaimana pengasuh di tempat itu berusaha membujuknya agar mau menyapa kami.
Tiba-tiba, dia muncul lagi, ke dalam pikiranku.
Setelah mungkin satu tahun lebih sejak aku melihatnya, bayang-bayangnya berkunjung lagi ke dalam kepalaku.


Ayo kita bersapa!! -)
Aku masih ingat bagaimana kami masuk ke dalam ruang 'bermain' tersebut, masih dihantui pasien-pasien lain yang sempat kami tengok. Suasananya agak mendung waktu itu, usai Dzuhur kami mulai memasuki lokasi tersebut.
Sebuah tempat Tuna Ganda.
Dan, awal mulanya kami bertemu dengan sosok itu.

Dia duduk di atas matras, saat kami menghampiri. Wajahnya nyaris tak terbaca.
Tapi dia tampan.
Nggak bohong!
Mukanya berketurunan Cina atau Tionghoa mungkin. Postur tubuhnya sehat, besar dan tinggi, kulitnya putih dan matanya sipit ala orang Cina. Secara keseluruhan, dia terlihat normal. Kecuali saat kamu melihatnya, gerakannya tak normal.
Mulutnya terus-terusan mengeluarkan air liur, dari sudut bibirnya. Ia hanya menatap kami sambil lalu, dan ekspresinya tidak menunjukkan kesan bahwa ia sama seperti kami.

"Dia tertabrak mobil... koma selama 3 bulan dan ketika bangun sudah seperti ini...."
Aku masih ingat penjelasan pengasuh wanita itu. Kata-kata itu, sejujurnya belum bisa hilang dari kepalaku setiap kali aku teringat cowok remaja tampan itu.
Sejarahnya tak tahu persis, tapi yang jelas ia seorang anak SMA, dan dulu dia anak yang normal. Sama seperti aku, dan semuanya. Dia aktif, dan aku bisa bayangin gimana cowok ini dulu. Dia pasti bahagia dulu.
Tapi sekarang?
Bagaimana dengan orang tuanya?
"Orang tua dan keluarganya dateng kadang-kadang..."--kalau nggak salah, katanya juga--"dateng pas Natal dan Tahun Baru."
Natal kan lama. Tahun Baruan juga cuma sekali dalam setahun.
Sosok itu yang paling mampu buat kita semua terharu, bahkan beberapa air matanya sudah jatuh. Aku sendiri mati-matian nahan air mata.
"Seharusnya kita nggak boleh nangis. Kita kan ke sini mau kasih semangat dan bahagiain, bukannya malah kelihatan nangis," kata teman di sebelahku. Dan, dia benar.

Makanya, aku berhasil nggak nangis. Tapi, tetap saja, dia selalu tersenyum.
Mungkin, bahkan di dalam dia masih berharap ingin menjadi normal juga.
Melihat kami semua, mungkin dia juga iri.
Tapi, jangan disesali.
Buktinya, dia tersenyum hangat waktu itu, menerima kami dengan bersahabat.


Hujan,
Dia tegar. Dia sabar.
Doaku selalu buat dia.....
Doa kami semua!
Dan untuk semua orang lain.... kita tak pernah berbeda. Semuanya sama.
Semoga aku bisa menjadi dia.
Bahkan, setelah semua yang udah menimpanya, dia masih bisa tersenyum.
Dan dalam senyum itu... aku nggak melihat kepalsuan.
Hanya harapan dan kejujuran.
Dan sosoknya takkan pernah kulupakan, sampai kapanpun.

"Tetap tersenyum, Kak!
Tuhan ada di sana, selalu, di sampingmu. 
Bukan karena sebesar apa musibah yang ditimpakan padamu.
Tapi bagaimana kau masih bisa tersenyum, tak peduli sebesar apapun musibah yang datang.
LOVE AND SUPPORT!!!"





-H

No comments:

Post a Comment