Aku menemukan seseorang.
Dengan payungnya, bergemerlapan di bawah ribuan titik air. Melintasi jalan dengan eloknya.
Tak sekalipun menoleh ke belakang. Kerap kali kami berpapasan.
Namun, aku tak mengenalnya.
Kami bertemu di setiap hari yang ada. Dia begitu aneh.
Aku melawan waktu, menghadapi minggu, menembus ragu.
Sekali waktu... dalam kurun lima tahun terakhir.
Ia menyapaku. Untuk pertama kalinya.
"Klara, ya?"
"Hm? Kau yang sering berjalan di bawah hujan dengan payung itu, kan?"
Ia seseorang yang berkilau matanya, parasnya menggugah perasaan.Ia seseorang yang tak pernah ada di dunia.
"Aku tahu kau pasti ingat. Kau mengingat setiap momen yang ada. Jangan pernah sia-siakan mereka sebelum mereka menjadi kenangan."
Sejak saat itu, orang berpayung gemerlap itu akan hilang dan muncul dalam kepala.
Semburat di wajah dan kilau di matanya, selalu mengingatkanku untuk bermain dengan setiap detik yang kutemukan.
Aku takkan lupa.
Pernah aku terduduk sendirian.
Lalu sebuah payung diberikan. Dia ada di sana, tersenyum.
"Aku adalah setiap momen yang kau ingat dan lupa, jadikanlah setiap bagian dari mereka menjadi bagian berharga dari hidupmu..."
Aku tahu ia akan selalu ada, dengan payungnya, mengedip dan berlalu, seperti momen yang hadir dalam hidupku--kelak akan menghilang menjadi kenangan.
Baik atau buruknya, itu pilihan.
Lalu kau yang menentukan bagian mana yang patut kau simpan.. dan kau lupakan. []
---Memories #1 MOPD 2013: X-8, 10 Idiots, Coordinators, #SMANDAK49, all contirbuted people, all names that I love. |

